Website Blogger dan Media Informasi

Sponsor_B_02

Sponsor_B_02

Ketika Bersedekah dengan Ikhlas dan Ingin Dipuji Orang lain

0

Sponsor_Side_01

Ketika Sedekah Ikhlas dan Ingin Dipuji

Assalamu’alaikum Wr. Wb..

Bissmillah, Alhamdulillah, Amma Ba’du. Saudara yang dirahmati Alloh SWT, salah satu yang paling ditakutkan dalam hidup adalah tidak diterimanya amal. Baiknya hati tergantung amal nya, baiknya amal tergantung keikhlasan. Banyak orang yang kelihatannya beramal, ibadah, sholat, saum, sedekah, tetapi kenapa hatinya tidak berubah?. Penyebabnya adalah niatnya yang merusak amal, amal merusak hati, karena diterimanya amal itu bagaimana niatnya. Sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya Amal itu Tergantung Niat” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sponsor_Side_01

  • Allah Maha Tahu Isi Hati Manusia

“Dan Rahasiakanlah perkataanmu dan nyatakanlah, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui Seagala isi hati.” (QS.al-Mulk [67]: 13)

“Dan sungguh kami telah menciptakan manusia. Dan mengetahui apa yang di bisikan dalam hatinya. Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. Ingatlah ketika dua malaikat mencatat amal perbuatan. Yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. Tidak ada suatu kata yang diucapkan melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.” (QS. Qaaf [50]:16.

Setiap kita melakukan aman kebaikan, contohnya dalam hal bersedekah, misalkan ketika hendak memberikan sumbangan bantuan masjid, kita dari awal niat ikhlas, tetapi tiba-tiba tersirat dalam hati atau tergoda ingin dipuji orang, tetapi setelah itu serentak dalam hati juga langsung ingat bahwa yakin saya memberikan sedekah ini ikhlas karena Allah SWT, maka insya Allah itu di catat oleh malaikat menjadi satu kebaikan. Asalkan harus benar-benar ikhlas karena Allah SWT dan hanya ingin mendapat Ridho dan karunia Allah SWT.

  • Hebatnya Ikhlas

Selalu ingat bahwa setiap yang kita lakukan, bentuk kebaikan apa pun harus semata-mata karena Allah, niat kan ibadah karena Allah, dan menjalankan perintah Allah, hilangkan rasa ingin dipuji orang lain, agar setiap yang kita kerjakan mendapat pahala amal kebaikan.

Sponsor_Side_01

Allah SWT berfirman, “Iblis menjawab, ‘demi kemulian-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (hambamu yang Ikhlas) di antara mereka.” (QS. Shad [38]: 82-83).

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka semua tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan ikhlas ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. dan yang demikian itulah agama yang lurus”. (QS.Al-Bayyinah : 5).

  • Kesimpulan

Tidak akan ada yang lebih pahit dari pada berharap kepada manusia, makin berharap makin pedih. Amal tergantung niatnya, niatnya baik hasilnya baik, niatnya buruk hasilnya buruk pula. Allah maha tau isi hati semua makhluk-Nya, dan selalu ada malaikat yang selalu siap siaga mencatat semua amal perbuatan kita, Setiap kebaikan yang muncul baru hanya niat saja, maka dicatat oleh malaikat dijadikan satu amal kebaikan, apalagi sampai dikerjakan. Semoga apa yang kita kerjakan mendapat pahala dan ridho Allah SWT. Aamiin.

Wallahu a’lam bishawab.

Demikian semoga bermanfaat, Terimakasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Oleh : Ustad Sopyan
Pimpinan Ponpes Darul Ihsan

Leave A Reply

Your email address will not be published.