Website Blogger dan Media Informasi

Sponsor_B_02

Sponsor_B_02

Hukum Seorang Istri Mencari Nafkah Untuk Keluarga – Kajian Bersama Ustad Sopyan

0

Sponsor_Side_01

Hukum Istri Mencari Nafkah

Oleh : Ustad Sopyan
“Pimpinan Ponpes Darul Ihsan”

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sponsor_Side_01

Bissmillah, Alhamdulillah, washolatu wasalamu ‘ala rasulillah wa’ala alihi wasahbihi wamam walah, ‘amma ba’du.

Saudara yang di rahmati Allah SWT, Setiap kejadian di muka bumi ini bukan semata-mata kebetulan, tetapi semua yang terjadi itu atas kehendak Allah SWT, baik buruknya perilaku kita, itu akan diminta per tanggung jawaban di akhirat kelak. Mencari bekal dunia dan akhirat itu hukumnya wajib, carilah bekal dunia seakan kamu akan hidup selamanya, dan carilah bekal untuk di akhirat seakan kamu akan mati besok.

  • Mencari Nafkah Kewajiban Suami

Selanjutnya, dalam hal mencari bekal dunia atau nafkah, nafkah untuk menghidupi keluarga itu adalah kewajiban suami, Allah SWT berfirman :

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”. (QS. An-Nisa/4:34)

Dengan Sebab harta yang mereka belanjakan berupa mahar, nafkah dan tanggungan yang Allah SWT wajibkan atas mereka.

  • Rezeki Keluarga 100%

Selanjutnya, setiap rezeki yang kita peroleh sudah sesuai dengan takaran, dan Allah SWT memberikan rezeki pada siapa pun yang Allah kehendaki. Dalam keluarga ketika suami bekerja dan istri tidak bekerja, rezeki keluarga tetap 100%, lalu suami bekerja dan istri pun ikut bekerja maka rezeki pun tetap 100%, karena rezeki yang di terima sudah sesuai dengan takaran nya.

Sponsor_Side_01

Lalu misalkan ada seorang istri yang ikut mencari nafkah untuk keluarga, itu sebetulnya tidak ada kewajiban bagi seorang istri untuk mencari nafkah, dan apa bila dalam kondisi tertentu dan mendesak istri tetap ikut mencari nafkah atau bekerja untuk menghidupi keluarga, itu hukumnya boleh boleh saja, niat kan karena Allah SWT dan harus perhatikan terhindar atau selamat dari fitnah.

  • Kepercayaan dan Kesepakatan

Dalam menjalankan kehidupan berkeluarga, antara suami dan istri dalam melakukan apa pun harus adanya kepercayaan dan kesepakatan dari kedua belah pihak, agar tidak ada yang merasa dirugikan, contoh halnya yang tadi masalah seorang istri ikut mencari nafkah, baiknya itu harus di bicarakan dan disepakati bersama agar mendapat kepercayaan dari pihak istri maupun suami.

Dan misalkan dalam keluarga kita sudah diberikan keturunan, seorang anak yang sangat butuh perhatian dan tidak menutup juga membutuhkan biaya, beli susu, popok, makanan anak, dan lain sebagainya, dalam hal ini harus benar-benar dibicarakan dan disepakati, apakah seorang istri perlu ikut mencari nafkah atau tidak. Kita sebagai suami dan istri sibuk bekerja sedangkan anak diasuh oleh asisten rumah tangga, iya kalau anak nya sudah dewasa itu beda lagi cerita.

  • Sebaik-baik Tempat Untuk Wanita Adalah Rumah

Allah SWT berfirman :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait danbersihkan kamu sebersih-bersihnya”, (QS. Al Ahzab: 33).

  • Kesimpulan

Mencari nafkah adalah kewajiban suami, hukum istri mencari nafkah keluarga adalah boleh, setiap rezeki yang Allah SWT berikan kepada semua makhluk-Nya itu atas kehendak-Nya dan tidak ada yang luput dari pengawasan-Nya. Dalam mengambil keputusan dalam keluarga harus dengan saling kepercayaan dan kesepakatan bersama dan selanjutnya sebaik-baiknya tempat untuk wanita adalah Rumah.

Wallahu Alam Bishawab.

Demikian semoga yang disampaikan dapat bermanfaat. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Leave A Reply

Your email address will not be published.