3 Perkara Musibah Apapun yang Menimpa umat Nabi Muhammad SAW, Musibah dan Hikmah


Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan brsabar di antara kamu, dan akan Kami uji perihal kamu. (QS. Muhammad : 31) Selengkapnya...

.

Musibah dan Hikmah

Assalamu'alaikum. Wr. Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita selalu ada dalam lindungan Allah SWT, Aamiin. Dalam kesempatan ini saya akan sedikit membahas tentang perkara-perkara apa saja yang menimpa umat Nabi Muhammad SAW terkait dengan musibah atau pun bencana. Kami merangkum dari beberapa sumber dan dapat menyimpulkan ada tiga perkara musibah apapun diantaranya:

 

1. Ujian Keimanan Seseorang

Keimanan seseorang ataupun suatu kaum, bukan hanya dinilai dari luar, tetapi akan dinilai dari dalam, salah satunya dengan ujian, dan sebagai orang yang menyatakan diri beriman, tidak semata-mata dibiarkan saja, akan tetapi akan di uji atas keimanannya. Misalkan seorang pelajar yang belum dikatakan lulus sebelum mengikuti ujian akhir, begitupun dengan keimanan. Allah SWT berfirman dalam Alquran QS. Al-Ankabut 1-3 :

الم . أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ . وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Alif Lam Mim. Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan “Kami beriman”, dan mereka tidak diuji?” Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti akan mengetahui orang-orang yang benar (dengan keimanannya) dan orang-orang yang berdusta. (QS. Al-Ankabut 1-3).

 

2. Meningkatkan Derajat Keimanan dan Bukti kecintaan Allah

Rasulullah SAW bersabda :

(إنّ أشدّ النَّاس بَلاءً في الدُّنْيا الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الصَّالحُوْنَ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ (رواه الطبراني

Orang yang paling pedih cobaannya di dunia adlaah para Nabi. Kemudian orang-orang shalih, kemudian orang-orang yang derajatnya dekat dengan mereka (HR Imam al-Hakim dan Imam at-Thabrani)

Semakin tinggi derajat seseorang di mata Allah SAW, maka akan semakin berat ujian yang debirkan.

Berdasar Hadis di atas, orang-orang yang deberikan ujian dan musibah paling besar adalah para nabi, orang-orang shaleh. Karena semakin tinggi derajat semakin besar pula ujian yang akan diterima.

Ujian yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya yang shaleh bukan untuk menghinakan, tetapi untuk meningkatkan derajat. "Tidaklah seorang muslim terkena duri, atau lebih dari itu, kecuali Allah SWT mengangkat baginya satu derajat dan mghapuskan darinya satu dosa"

Sabda Rasulullah SAW : "Ketika Allah SWT mencintai suatu kaum, Dia mengujinya (dengan memberinya musibah".

 

3. Peringatan dan Teguran

Poin ketiga sebab lain diturunkannya suatu musibah adalah sebagai peringatan atau teguran.

Rasulullah SAW bersabda : "Tidak ada seorangpun dari kalian melanggar ketentuan (Agama) kemudian disegerakan siksanya (sebagai hukuman), kecuali siksa itu menjadi kafarah (penebus dosa). Dan siapa yang siksanya diakhirkan, maka urusannya dikembalikan kepada Allah SWT. Jika Allah SWT menghendaki, Dia merahmatinya (mengampuni kesalahannya). Dan jika Dia menghendaki, Dia akan menyiksanya".

Setiap orang telah Allah siapkan ujian baginya, setiap musibah atau bencana yang melanda suatu kaum, maka tergantung apa yang kaum itu lakukan, dan semua atas kehendak-Nya. Semoga Allah SWT selalu menjaga dan melindungi kita semua, menjadikan setiap musibah dan bencana sebagai pelebur dosa dan terhidar dari azab Allah SWT. Aamiin.

Demikian semoga bermanfaat.

Terimakasih.

 

 

Comments