Website Blogger dan Media Informasi

Sponsor_B_02

Sponsor_B_02

Kolong dan Pasca Galian Timah

0 3

Sponsor_Side_01

Kolong dan Pasca Galian Timah

A. Gambaran Umum

Salah satu aspek lingkungan yang mengalamai kerusakan paling parah saat ini adalah hutan. Dampaknya, banjir dan tanah longsor menjadi langganan, hingga ancaman penyimpangan iklim yang terus menyertainya. Untuk itu, perlu ada upaya dalam menyelamatkan kembali hutan yang telah rusak dam gundul, termasuk hutan-hutan yang dirusak karena penambangan.

Sponsor_Side_01

Selama ini Indonesia sering disudutkan sebagai perusak hutan nomor satu di dunia. Kerusakan lingkungan sudah semakin memperihatinkan. Dampak yang ditimbulkannya pun semakin mengkhawatirkan. Karena itu, perlu upaya serius dan berkelanjutan dari semua elemen masyarakat yang ada untuk mengatasinya.

Kepedulian untuk melakukan sesuatu terhadap lingkungan kini makin banyak disuarakan. Berbagai elemen masyarakat pun melakukan banyak hal untuk mengatasi masalah lingkungan yang muncul seperti yang sedang dilakukan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu Provinsi kepulauan di Indonesia dengan hamparan pulau-pulau yang dimiliki, yaitu dua pulau besar dan 950 pulau kecil. Memiliki total luas wilayah lebih kurang 81.724,54 km, meliputi luas daratan sekitar 16.424,140 km atau (20,10%) dari total luas wilayah dan luas lautan sekitar 65.300,40 km atau (79,90%) dari total luas wilayah.

Geografis sebagai wilayah kepulauan dan terletak pada Alur Laut Kepulauan Indonesia Satu (ALKI-1) serta dengan didukung potensi sumberdaya alam yang cukup besar dan prospektif untuk dikembangkan, antara lain meliputi : perikanan dan kelautan, pertanian dan kehutanan, industri dan perdagangan, pariwisata, serta pertambangan.

Sponsor_Side_01

B. Terjadinya Kolong

Jika anda bepergian dengan menggunakan jasa angkutan udara dan kebetulan menempati seat dekat jendela, menataplah keluar. apa yang menjadi pemandangan Anda saat itu, demikianlah realitas bumi Pulau Bangka saat ini. Sehamparan mata memandang yang terlihat adalah tanah-tanah yang terkelupas, memutih, dan lubang-lubang yang mendanau.

Besaran lubang yang menganga itu bervariasi. Kadang bekas galian tambang timah itu, bak lukisan yang tak selesai. Ia seolah sebuah kanvas lukisan dengan coretan-coretan yang amburadul yang jumlahnya ribuan hektar jumlahnya.

Dunia pertambangan yang identik dengan aktivitas merugikan lingkungan sekitar pertambangan termasuk masyarakat setempat.melalui deskripsi yang dijabarkan dalam tulisan ini akan memberikan sisi positif usaha anak manusia untuk tetap melestarikan lingkungan demi kelangsungan kehidupan masyarakat yang berada didaerah pertambangan khususnya dan Bangka Belitung pada umumnya.

Minimal ada dua peninggalan pasca penambangan, yaitu kolong dan padang pasir. kedua peninggalan pasca penambangan tersebut lebih akrab ditelinga masyarakat Bangka Belitung.

Istilah kolong cukup dikenal masyarakat Bangka dan Belitung. Dalam bahasa Melayu Bangka, kolong diartikan genangan air akibat galian pasir timah yang dilakukan oleh penambang. Bagi para pendatang atau masyarakat yang berada diluar Bangka Belitung menyebutnya danau.

 

sumber : Buku Cerita Dengan Judul (Hijau Kembali Pulauku)…

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More