Website Blogger dan Media Informasi

Sponsor_B_02

Sponsor_B_02

Fenomena Tanah Bergerak, Kenapa Bisa Terjadi?

0 4

Sponsor_Side_01

Sepanjang Januari 2021, fenomena tanah bergerak terjadi di sejumlah daerah, seperti Sukabumi dan Ciamis, Jawa Barat.

Fenomena tanah bergerak juga dilaporkan di Aceh. Sementara itu, di media sosial, sejumlah warganet juga melaporkan fenomena yang sama di wilayah Jawa Tengah, seperti di Wonosobo dan Purwarejo.

Akibat tanah bergerak, rumah warga roboh dan sehingga mereka harus mengungsi. Apa penyebab terjadinya tanah bergerak? Peneliti Ahli Madya Bidang Geoteknik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI) Dr Adrin Tohari menjelaskan, tanah bergerak seperti di Purworejo adalah fenomena tanah bergerak yang bertipe nendatan. Menurut dia, fenomena tanah bergerak seperti itu biasa dikenal dengan tanah longsor.

Sponsor_Side_01

Penyebab umum terjadi tanah bergerak karena adanya kenaikan air di dalam tanah yang dipicu oleh hujan. “Yang terjadi di daerah-daerah seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah tanah bergerak itu adalah karena hujan. Hujan yang lebat dengan durasi lama. Itu menyebabkan air di dalam tanah naik melewati suatu bidang lemah yang ada di bagian bawah tanah sehingga tanah itu bergerak,”. Tanah bergerak tipe nendatan ini bisa menyebabkan jalan terbelah, dan turun. Jika retakan melewati rumah, maka rumah dapat ambruk, retak, atau ambles. Biasanya, fenomena tanah bergerak dengan tipe nendatan bergerak secara perlahan.

Sponsor_Side_01

“Sebenarnya fenomena ini bisa diamati oleh masyarakat terdampak. Biasanya muncul retakan-retakan kecil lama-lama muncul amblesan dan lama-lama makin besar,”. Tanah bergerak dengan tipe nenatan biasanya tidak terjadi tiba-tiba. Sementara, fenomena tanah longsor yang terjadi dengan sangat cepat, adalah tanah bergerak dengan tipe luncuran. Fenomena tanah bergerak dengan tipe nendatan biasanya terjadi di daerah yang luas.

Daerah tersebut umumnya satu hingga beberapa kampung. Adapun risiko fenomena yang terjadi umumnya adalah jalan atau rumah yang rusak. Banyak lahan basah, berdasarkan pengamatannya, umumnya tanah bergerak di daerah-daerah yang banyak lahan basah seperti dekat persawahan, kolam, maupun daerah yang di bawahnya sungai.

Hal ini karena di beberapa sungai terdapat bebatuan yang sulit untuk tempat air merembes masuk sehingga air merambat naik, mengenai bagian lemah dan terjadilah tanah bergerak. Untuk kasus tanah bergerak dengan tipe nendatan yang merusak, relokasi adalah solusi yang tepat. Permukiman penduduk sebaiknya dipindahkan ke lokasi atau daerah yang lebih aman atau stabil (berdasarkan hasil kajian geologi), tetapi mereka masih bisa bercocok tanam di lokasi yang lama. “Karena tanah bergerak tipe ini acapkali terjadi secara berulang dalam kurun waktu beberapa tahun kemudian,” kata dia. Adrin menyebutkan, tanah bergerak tipe nendatan semacam ini berbeda dengan liquifaksi. Liquifaksi terjadi karena adanya getaran gempa.

Penulis Nur Rohmi Aida | https://www.kompas.com/
Sumber : https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/17/155600465/fenomena-tanah-bergerak-kenapa-bisa-terjadi-?page=1

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More